Selasa, 07 April 2015

PROGRESS PEMBANGUNAN KELAS BARU SMP IT DARUL FIKRI BAWEN

Kurang lebih dua bulan proses pembangunan kelas baru Pesantren Tahfidz SMP IT Darul Fikri Bawen, dan sampai awal April 2015 sedang tahap penyelesaian lantai satu. Kondisi hujan yang masih cukup tinggi intensitasnya tidak mengganggu proses pembangunan yang direncanakan telah siap untuk dipergunakan pada tahun ajaran baru 2015/2016.

Bulan April ini ditargetkan sudah bisa dilakukan pengecoran untuk lantai satu sehingga para pekerja diminta untuk bisa lebih memaksimalkan kerjanya.

PROGRAM WAKAF GEDUNG DAN WAKAF TANAH
PENGEMBANGAN PESANTREN TAHFIDZ+YATIM SMPIT DARUL FIKRI BAWEN SEMARANG JAWA TENGAH

Bagi kaum muslimin yang berniat untuk berkontribusi dalam mendidik para yatim dan para penghafal Qur'an bisa mengalokasikan maal bagi pengembangan pesantren yang sekarang sedang membangun 4 ruang kelas baru dan membebaskan tanah di sebelahnya.

Wakaf bisa langsung ditransfer ke rekening BRI atas nama SMP IT Darul Fikri Bawen 609201007767533 dan konfirmasi ke 081325541470.


Semoga peran serta kaum muslimin semua bisa menyumbang bagi penyiapan generasi Qur'ani yang berkualitas. aamiin

Minggu, 05 April 2015

Wahai Penuntut Ilmu, Carilah Harta dan Menabunglah Agar Mandiri


Imam Ibnul Jauziy berkata: “Saya pernah menghadiri jamuan orang-orang kaya. Bagi mereka, para ulama adalah kalangan yang paling hina. Ulama-ulama itu menjadi hina karena berada di tengah orang kaya untuk mengharapkan sesuatu dari mereka. Orang-orang kaya itu pun tak menghormatinya karena mereka tahu bahwa para ulama itu banyak menggantungkan nasib mereka padanya. Saya melihat adanya kekeliruan di kedua pihak tersebut.
Bagi pemilik harta, mereka tercela karena tidak menghormati ilmu dan pemiliknya. Hal ini disebabkan kebodohan mereka akan arti ilmu itu sendiri. Oleh karena itu, mereka lebih mengutamakan mencari harta. Sangatlah tidak pantas jika seseorang menuntut mereka menghormati apa yang tidak mereka ketahui nilai dan maknanya. Adapun cela yang dimiliki para ulama dikarenakan mereka tidak menjaga kehormatan diri yang dihiasi ilmu yang luas. Mereka pun terjungkal dalam kehinaan, karena kemiskinan harta membuat mereka meminta-minta kepada orang kaya.
Andai para ulama mapan ekonominya, tidak membutuhkan, dan tidak bergantung pada orang kaya, pastilah mereka yang kaya itu berada di bawah derajat para ulama dan akan diharamkan bagi ulama menengadahkan tangan kepada mereka. Masalahnya, jika para ulama itu sudah merasa berkecukupan, kenapa mereka tidak mengutamakan kebersihan hati dan jiwa? dan masih saja meminta-minta hanya untuk mendapatkan hal yang sifatnya fana?
Saya pun merasakan sulitnya jiwa untuk bersikap sabar dan puas dengan sedikit yang ada serta untuk tidak menuntut hal-hal yang berlebih. Kalaupun jiwa itu bisa bersabar, sifatnya hanyalah sementara dan tidak mungkin baginya bersabar sepanjang waktu.
Yang lebih utama bagi seseorang yang berilmu adalah -selain menuntut ilmu- juga mencari harta kekayaan dan berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkannya, meskipun mungkin ia akan kehilangan sebagian besar waktunya untuk menuntut ilmu. Hal itu akan sangat berguna membentengi kehormatannya.
Said bin al-Musayyab berdagang minyak dan meninggalkan untuk keluarganya sejumlah harta saat dia meninggal dunia. Begitu juga Sufyan ats-Tsauri telah mewariskan harta yang demikian banyak. Suatu saat dia berkata, “Andai bukan karena harta, pastilah orang-orang kaya akan menghinaku”.
Saya menyarankan kepada penuntut ilmu untuk tetap mencari harta, karena saya yakin bahwa jiwa manusia tak selalu tabah untuk bertahan dengan kesederhanaan dan tidak selalu siap untuk berlaku zuhud. Betapa banyaknya orang yang kuat keinginannya untuk menggapai akhirat, kemudian mengeluarkan seluruh (harta) miliknya yang ada di tangannya. Ketika mereka lemah, akhirnya mencari harta dengan jalan yang sangat memprihatinkan.
Yang terpuji adalah jika seseorang menyimpan harta atau menabung dan tidak menggantungkan nasibnya pada manusia.  Hal itu perlu untuk menghindarkannya dari ketamakan dan ia pun bisa memurnikan pengabdian keilmuannya tanpa dirasuki kepentingan-kepentingan pribadi. Mereka mengumpulkan bekal untuk hidup dengan cara yang wajar sepanjang tidak berdampak negatif kepada agama dan kehormatan mereka. Siapa saja yang sering mendengar cerita dan kabar orang-orang pilihan, akan mendapati cara hidup mereka yang semacam itu.
Selain mereka, ada orang yang menginginkan dirinya selalu saja beristirahat tanpa kerja seperti apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang hanya mengisi hidupnya dengan berbagai ritual dan menghabiskan apa saja yang mereka miliki. Mereka lalu menyebut yang demikian itu sebagai tawakal.
Mereka tak sadar bahwa mencari nafkah sama sekali tidak bertentangan dengan tawakkal. Mereka sebenarnya adalah orang-orang pemalas yang bekerja dengan meminta-minta. Mereka tidak malu menengadahkan tangan pada orang lain dan tidak menyadari betapa miskinnya mereka akan ilmu dan amal.”
Disalin dari buku Shaidul Khatir, karya Imam Ibnul Jauziy, pustaka Maghfirah, hlm 253-255

Sabtu, 04 April 2015

Ayat Mutasyabihat, Ujian bagi Orang Mukmin


DALAM al-Quran tidak selamanya kandungan makna dapat kita ketahui. Ada pula ayat-ayat yang termasuk dalam kategori ayat mutasyabihaat, yang tidak diketahui kandungan maknanya. Mengapa harus ada ya?
Allah SWT berfirman, “Dialah yang menurunkan al-Kitab (al-Quran) kepada kamu. Di antara isinya ada ayat-ayat yang muhkamat dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong ke dalam kesesatan, mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihaat darinya untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya (yang keliru), padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang mendalami ilmunya berkata, kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihaat, semua itu dari sisi Rabb kami. Dan tidak bisa mengambil pelajaran (dari padanya) kecuali orang-orang yang berakal,” (QS. Ali Imran: 7).
Ayat-ayat Muhkamaat berarti ayat yang terang, tegas maksudnya dan dapat dipahami dengan mudah. Sedangkan ayat-ayat mutasyabihaat ialah ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud, kecuali setelah diselidiki secara mendalam. Atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah saja yang mengetahuinya. Seperti halnya ayat-ayat yang berhubungan dengan hal-hal yang ghaib, misalnya hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain.
Mengenai hal ini Rasulullah bersabda, “Apa yang kamu ketahui tentang ayat-ayat muhkamaat amalkanlah, dan apa-apa yang tidak kamu ketahui tentang ayat-ayat mutasyabihaat, berimanlah kepadanya.”
Allah SWT akan selalu menguji orang-orang mukmin, karena Dia ingin mengetahui siapa yang baik dan siapa yang tidak. Menghadapi masalah-masalah ghaib yang tidak dapat dipecahkan oleh akal manusia, seorang mukmin harus selalu meyakininya sebagai suatu yang hak (benar), baik dipahami atau tidak, selama ayat itu berasal dari Allah SWT.
Jadi, ayat-ayat mutasyabihaat dapat dikatakan sebagai ujian bagi kita. Apakah kita tetap yakin pada ketentuan Allah ataukah tidak. Maka dari itu, segala sesuatu yang datangnya dari Allah SWT, janganlah kita merasa ragu. Yakinlah dengan apa yang telah Allah tunjukkan, walau itu tak dapat diketahui oleh kita. Sama halnya tentang dzat Allah yang tidak kita ketahui, tapi kita tetap meyakini keberadaan-Nya. Wallahu ‘alam.

Puncak Ibadah, Apa Itu?


SETIAP orang yang mengaku beriman terhadap Allah dan Rasul-Nya tentu harus menjalankan ibadah yang sesuai dengan syariat Islam. Baik ibadah secara ritual maupun ibadah dalam keseharian ketika beraktivitas. Dengan beribadah maka kita akan merasakan ketenangan dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan.
Orang yang beriman tentu ingin memberikan yang terbaik bagi Tuhannya, sebagai pencipta alam semesta. Maka, ia akan mencari ibadah yang lebih tinggi tingkat pahalanya, untuk mendapat keberkahan yang tinggi pula dari Allah SWT. Lalu, ibadah apa ya yang paling tinggi yang bisa dikerjakan oleh manusia yang beriman, sehingga ia mantap, tenang, tenteram dan ridha dengan anugerah Allah yang berkesinambungan?
Dengan mengetahui hikmah dari perintah dan larangan Allah, apakah akan ditunda dalam pelaksanaannya? Itu justru akan merusak arti ibadah yang sebenarnya. Yang dapat dilakukan oleh kita agar dapat mencapai ibadah yang paling tinggi yaitu, pertama yakin sepenuhnya bahwa segala perintah dan larangan pasti baik dan menguntungkan kita. Kedua, melaksanakannya dengan senang hati dan menganggapnya sebagai kebutuhan.
Mengamalkan yang pertama dan kedua itulah yang termasuk dalam kategori puncak ibadah. Sesudah itu, mungkin akan terungkap rahasia dan hikmah perintah dan larangan. Dengan begitu, insya Allah keimanan kita akan bertambah teguh dan kokoh.
Banyak orang yang belum atau tidak mengerti hikmah shalat, puasa, zakat dan haji, tetapi mereka dengan tekun mengamalkannya.
Jadi, jangan terlalu terpaku pada apa yang akan kita dapatkan jika melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah. Tapi, lakukan saja dahulu sambil mencari tahu hikmah yang akan diperolehnya. Seiring berjalannya waktu, Anda akan merasakan keindahan dibalik itu.

Lima Macam Kegelapan dan Penerangnya


Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. berkata:
Kegelapan itu ada limadan lapu penerangnyapun ada lima, yaitu:
1. Cinta dunia adalah suatu kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah ketaqwaan.
2. Berbuat dosa adalah suatu kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah bertobat.
3. Kubur adalah kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah bacaan: ‘Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah.
4. Alam akhirat itu penuh kegelapan, sedangkan penerangnya adalah amal shalih.
5. Shirath (jembatan penyebrangan diatas neraka) sangat gelap, sedangkan penerangnya adalah yakin.

*Dari Kitab Nashaihul ‘Ibad, Imam Nawawi Al-Bantani

India to have world’s largest Muslim population by 2050

India will retain a Hindu majority but also will have the largest Muslim population of any country in the world, surpassing Indonesia.
AdTech Ad


Washington — India will overtake Indonesia as the country with the largest number of Muslims in 2050 while Hindus will become the world’s third largest population by that time, according to a new study by a US think-tank.
According to the Pew Research Centre’s religious profile predictions assessed data released on Thursday, Muslims are projected to grow faster than the world’s overall population and that Hindus and Christians are to roughly keep pace with worldwide population growth.
“India will retain a Hindu majority but also will have the largest Muslim population of any country in the world, surpassing Indonesia,” the Pew report said.
According to Pew in 2011, Indonesia had a Muslim population of about 205 million as against India’s 177 million.
“Over the next four decades, Christians will remain the largest religious group, but Islam will grow faster than any other major religion,” it said.
The report predicted that by 2050 there will be near parity between Muslims (2.8 billion, or 30 per cent of the population) and Christians (2.9 billion, or 31 per cent), possibly for the first time in history.
There were 1.6 billion Muslims in 2010, compared to 2.17 billion Christians. “The number of Muslims will nearly equal the number of Christians around the world,” the report said. If the trend continues, Islam will be the most popular faith in the world after 2070, it said.
By 2050, Muslims will make up about 10 per cent of the Europe’s population, up from 5.9 per cent in 2010.
The Hindu population is projected to rise by 34 per cent worldwide, from a little over 1 billion to nearly 1.4 billion by 2050.
By that time, Hindus will be third, making up 14.9 per cent of the world’s total population, followed by people who do not affiliate with any religion, accounting for 13.2 per cent, the report said.
The people with no religious affiliation currently have the third largest share of the world’s total population.
Over the same period, the number of Hindus in Europe is expected to roughly double, from a little under 1.4 million (0.2 per cent of Europe’s population) to nearly 2.7 million (0.4 per cent), mainly as a result of immigration, the report said.
In North America, the Hindu share of the population is expected to nearly double in the decades ahead, from 0.7 per cent in 2010 to 1.3 per cent in 2050, when migration is included in the projection models. Without migration, the Hindu share of the region’s population would remain the same.
Buddhism is the only faith that is not expected to increase its followers, due to an ageing population and stable fertility rates in Buddhist countries, such as China, Japan and Thailand.
The projections considered fertility rates, trends in youth population growth and religious conversion statistics.
The study also predicts that one in nine British nationals will be Muslim by 2050, with Christianity set to become the minority religion in the UK.
According to projections, the proportion of the British population identifying themselves as Christian will reduce by almost a third by 2050 to stand at just 45.4 per cent, compared with almost two thirds in 2010. 

Jumat, 03 April 2015

Penduduk Muslim Diproyeksikan Akan Mebihi Penduduk Kristen Setelah Tahun 2070


ISLAM akan menjadi agama terbesar di dunia setelah Tahun 2070. Antara tahun 2010 dan tahun 2050 Muslim diproyeksikan akan meningkat sebesar 73 persen, sementara jumlah orang Kristen diproyeksikan tumbuh sebesar 35 persen, pada tingkat yang sama dengan populasi global, Pew Research Center melaporkan, Kamis (3/4/2015).
Menurut Pew demograf, pada tahun 2010 Kristen adalah agama terbesar di dunia dengan perkiraan 2,2 miliar pengikut, 31 persen dari semua 6,9 miliar orang yang ada di Bumi. Sedangkan Islam adalah kedua terbesar, dengan sekitar 1,6 miliar pengikut, atau 23 persen dari populasi dunia.
Menurut proyeksi, pada tahun 2050 akan ada di dekat paritas antara Muslim dan Kristen, mungkin ini akan mengakhiri dua ribu tahun dominasi Kristen di dunia.
Menurut World Bulletin, sebagian ulama mengatakan orang Kristen selalu lebih banyak daripada umat Islam di seluruh dunia. Sementara yang lain mengatakan jumlah umat Islam mungkin telah melebihi jumlah orang Kristen selama zaman keemasan Islam antara abad ke-11 dan abad ke-17.
Menurut laporan Pew, secara global, umat Islam memiliki tingkat kesuburan tertinggi dengan rata-rata 3,1 anak per perempuan, sedangkan Kristen sebesar 2,7 anak per perempuan.
Proyeksi menunjukkan bahwa, jika kecenderungan saat ini berlanjut, pangsa penduduk Muslim dunia akan melebihi pangsa Kristen setelah tahun 2070.
Peneliti Pew mengatakan, semua kelompok agama utama dunia, kecuali umat Buddha siap untuk beberapa pertumbuhan angka mutlak dalam dekade mendatang.
Mereka mengatakan tingkat rendah kesuburan dan penuaan populasi di negara-negara seperti Cina, Thailand dan Jepang akan tetap stabil populasi Buddha di dunia.
Proyeksi juga mengungkapkan bahwa orang Kristen akan turun di bawah 50% dari populasi di beberapa negara termasuk Australia, Perancis, Belanda dan Inggris.
“Pada tahun 2050, kelompok agama terbesar di Perancis, Selandia Baru dan Belanda diharapkan menjadi “agama tidak terafiliasi” yang meliputi ateis, agnostik dan lain-lain yang tidak berafiliasi dengan agama apapun, meskipun kelompok ini diproyeksikan menyusut sebagai persentase populasi global,” kata laporan itu.
“Di Eropa, pangsa penduduk Muslim diperkirakan meningkat dari 5,9 persen pada 2010 menjadi 10,2 persen pada tahun 2050 akibat migrasi dan faktor demografi lainnya,” proyeksi menunjukkan.
Hindu diproyeksikan akan tumbuh sebesar 34 persen, sedikit di atas 1 miliar hampir 1,4 miliar, pada tahun 2050.
Menurut Pew Demograf, pada tahun 2050, jumlah penduduk dunia diperkirakan akan meningkat menjadi 9,3 miliar.