Rabu, 25 Maret 2015

Pilih Dada Sempit atau Dada Lapang?


SUATU hari ada seorang ustaz didatangi seorang murid yang sedang dirundung masalah. Tanpa membuang waktu sang murid langsung menceritakan semua masalahnya.
Sang ustaz hanya mendengarkan dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam garam dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan.
“Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya,” kata Sang Ustaz.
“Asin, asin sekali,“ jawab murid itu sambil meludah ke samping.
Ustaz itu tersenyum, lalu mengajak muridnya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yang tenang itu.
Sesampai di sana, Sang Ustaz itu kembali menaburkan garam ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya.
“Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah,” Kata Sang Ustaz.
Saat si murid mereguk air itu, ustaz kembali bertanya lagi kepadanya, “Bagaimana rasanya?”
“Segar“, sahut si murid.
“Apakah kamu merasakan asin di dalam air itu ?” tanya Ustaz.
“Tidak, ” sahut murid itu.
Ustaz tersenyum sambil berkata:
“Wahai muridku, dengarkan baik-baik. Problem dalam kehidupan, adalah layaknya segenggam garam ini. Semuanya sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Bahagia dan sengsara itu mengikuti perasaan tempat kita meletakkannya. Dadamu harus lapang dan hatimu harus bersih jika kamu ingin hidup damai dan bahagia dalam kondisi apapun.”
Ustaz itu lalu kembali menasehatkan: “Dada dan hatimu adalah wadah itu, tempat kamu menampung segalanya. Jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu menampung setiap permasalahan dalam kehidupan ini, dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian.”
Sang Ustaz menutup nasehatnya seraya berkata:
“Wahai muridku, jika ingin dadamu lapang dan hatimu bersih kamu harus selalu dekat kepada pemiliknya yang mengusainya, dengan cara selalu taat dan patuh kepadaNya. Dia adalah Robbmu, penciptamu, pemilikmu dan pengatur semua tentang dirimu. Bacalah kitabNya, Al-Qur’an dan hiduplah sesuai dengan petunjukNya. Semoga engkau selamat, sukses dan bahagia wahai muridku, barokallah fiik“.
Allah berfirman:
كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ
“Ini (Al-Qur’an) adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” [QS: Shood [38]: 29]
Berkata sebagian ahli tafsir:
“Kami menyibukkan diri kami dengan membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an maka kamipun diliputi oleh keberkahan dan berbagai kebaikan.

Selasa, 24 Maret 2015

Baghdad, Didirikan dengan Menyebut Nama Allah


RASANYA kurang lengkap membahas sejarah Islam tanpa membahas sejarah Dinasti Abbasiyah. Ketika membahas Dinasti Abbasiyah sudah tentu tak dapat dipisahkan dengan kota Baghdad. Kota yang di masa silam dikenal sebagai negeri metropolitan. Negeri 1001 malam.
Ketika pertama kali Bani Abbas mengambil alih kekuasaan dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, kota itu tidak bersahabat dengan orang-orang Abbasiyah. Damaskus kota yang jauh dari Persia, basis kekuasaan Abbasiyah. Abu al-Abbas as-Saffah, khalifah pertama Daulah Abbasiyah mulai mencari tempat untuk dijadikan pusat pemerintahannya. Ia memilih Kufah, Irak, hingga dia meninggal.
Abu Ja’far al-Manshur, menggantikan As-Saffah sebagai khalifah kedua Abbasiyah. Dia mencari kota yang baru dan akhirnya menemukan lokasi sebuah dusun kecil Persia bernama Baghdad. Baghdad yang dalam bahasa Persia berarti “Didirikan Tuhan” dahulu adalah kota kuno terletak antara Sungai Tigris dan Sungai Eufrat. Di masa Rasulullah, kota ini menjadi sebuah kota pasar dan ketika khalifah al-Manshur mengunjunginya, pasar-pasar tersebut telah lenyap dan digantikan menjadi biara-biara Kristen.
Pada tahun 146 H (762 M), ketika pertama kali membangun kota Baghdad, pada peletakan batu pertama khalifah al-Manshur mengatakan: “Bismillahirrahmanirrahim. Bumi adalah milik-Nya. Dia mewariskannya bagi siapa yang Dia kehendaki kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Kemenangan adalah milik orang-orang bertakwa.”
Ratusan ribu pekerja ahli bangunan terdiri dari arsitektur, tukang batu, tukang kayu, ahli lukis, ahli pahat dan lainnya yang didatangkan dari Suriah, Mosul, Basrah, dan Kufah dikerahkan untuk membangun kota seribu satu malam tersebut dengan biaya yang sangat besar. Sejarawan mengatakan bahwa Abu Ja’far al-Manshur membiayai biaya pembangunan Baghdad sebesar 18.000 dinar. Dengan dana yang begitu besar, dibangunlah bangunan-bangunan megah: Istana, masjid, jembatan, saluran air, dan berbagai benteng serta kubu pertahanan.
Istana dibangun di tengah-tengah kota Baghdad yang bundar, dan di samping istana dibangun masjid Jami’. Istana khalifah dibangun dengan megah. Pintunya diberi banyak sepuhan emas. Terbuat dari batu dan pualam serta memiliki kubah hijau besar yang dipuncaknya dipasangi patung seorang penunggang kuda yang berputar-putar seperti kincir penunjuk arah angin.
Di atas tembok dalam, sebuah balkon terentang sepanjang kubu benteng yang cukup luas bagi sang khalifah untuk menaiki kuda sembari memeriksa daerah sekilling. Terdapat empat pintu gerbang kota dengan empat jalan raya yang menandai empat penjuru mata angin, menyebar ke luar seperti jari-jari sebuah roda dengan pusatnya adalah istana khalifah. Masing-masing gerbang diberi nama sesuai kota besar atau kawasan yang ditujunya: Damaskus, Basrah, Kufah, dan Khurasan.
Tidak lama, kota Baghdad berkembang psat melampaui rancangan awalnya, menjadi lebih luas dengan banyaknya bangunan-bangunan dan pemukiman. Ia meliputi taman-taman yang luas dan aneka tempat rekreasi. Bahkan orang-orang nonmuslim diberikan kebebasan membangun tempat tinggalnya. Terdapat sebuah kawasan Kristen, dilengkapi dengan gereja, biara, dan asrama biarawati.
Baghdad juga memiliki pelabuhan yang sangat maju untuk penggunaan komersial. Tiga jembatan berukuran besar yang terdapat di hulu, hilir, dan tengah-tengah kota. Dilekatkan ke tiang-tiang besar di kedua tepi sungai Tigris dengan rantai besi. Sekitar tiga ribu sampan juga mengangkut orang bolak-balik.
Sementara itu, di tepi timur sungai Tigris, berdiri istana ar-Rusafah milik Muhammad al-Mahdi, putra khalifah al-Manshur. Sebuah pemukiman tumbuh di sekitarnya berseberangan dengan istana kedua yang dikenal sebagai al-Khuld, dibatasi oleh taman-taman luas yang terhampar sepanjang tepi barat.
Setelah beberapa waktu, kota ini memiliki lapangan-lapangan publik berukuran besar untuk balapan kuda dan polo. Sebuah istana yang dibangun di sekilling sebatang pohon perak murni dengan burung mekanis yang berkicau. Terdapat juga kebun binatang dengan kandang-kandang bertrali untuk singa, gajah, merak, macan, dan jerapah.
Baghdad yang dinamakan Madinah as-Salam (Kota Kedamaian) oleh al-Manshur seakan disulap dalam satu malam menjadi kota terbesar di dunia dan tiada bandingannya. Di dalamnya terdapat banyak ulama dan cendikiawan. Al-Manshur mengumpulkan para ulama di Baghdad dari seluruh negara dan wilayah sehingga Baghdad menjadi induk dunia, tuan negara dan tempat lahirnya peradaban Islam pada masa Daulah Abbasiyah.
Demikianlah sejarah singkat pembangunan kota Baghdad yang nantinya, di masa Harun al-Rasyid dan setelahnya menjadi kota metropolitan dengan penduduk terbanyak di dunia mencapai dua juta orang. Saingannya adalah kota Cordoba di Spanyol dibawah pemerintahan Islam dinasti Umawiyah dengan 500.000 jiwa. Sementara itu, Paris, kota Kristen terbesar di Eropa, hanya mencapai 200.000 hingga 300.000 jiwa saja.

Muslihat Pencuri Vs Kecerdikan Imam Abu Hanifah


Suatu saat datanglah kepada Imam Abu Hanifah seorang laki-laki, ia menangis dan dirundung kesedihan.
“Wahai Imam, sejumlah pencuri telah masuk rumahku dan mengambil hartaku. Aku tahu salah satu dari mereka, ia tinggal di kampung bersama kami. Ketika laki-laki itu tahu kalau aku mengenalnya, maka ia mengikatku dan memaksaku bersumpah untuk mentalak istriku dan memerdekakan para budakku serta mensedahkahkan seluruh hartaku jika aku sampai memberi tahu mengenai dirinya, baik dengan tangan, perkataan maupun isyarat”, lelaki itu bercerita.
“Pergilah kepada sultan agar ia mengumpulkan penduduk kampung. Jika bukan puncuri maka katakanlah,’bukan dia’. Jika engkau tahu pencurinya maka diamlah dan jangan menunjuk  isyarat dengan tanganmu atau perkataanmu. Maka polisi tahu bahwa pencuri itu adalah dia dan dia akan menangkapnya”, jawab Imam Abu Hanifah.
Akhirnya lelaki itu menuruti saran dari Imam Abu Hanifah dan polisi pun berhasil menangkap si pencuri. (Al Adzkiya, hal. 148)

Mengasuh Tanpa Mengasihi


Oleh: Mohammad Fauzil Adhim
KEMAJUAN teknologi membantu para orangtua dalam mengasuh anak tanpa mengasihi. Anak-anak tenang sehingga orangtua dapat semakin tenggelam dalam kesibukan yang seolah-olah sangat penting bagi kehidupan masyarakat.
Sibling rivalry atau perseteruan antar saudara lebih mudah dihindari dengan memanfaatkan teknologi canggih. Mudah, sederhana dan melalaikan. Mau tahu caranya? Dua anak yang nyaris sebaya tak perlu ribut bertengkar karena berebut roti tawar. Dua HP cukup untuk membuat mereka tenang, asyik dengan gadget, meski tak ada makanan yang disiapkan buat mereka. Berbekal gadget untuk masing-masing anak, mereka tidak perlu ribut satu sama lain. Tetapi mereka tidak pula bermain bersama.
Inilah paradoks teknologi informasi dan komunikasi (ICT: Information and Communication Technology). Makin canggih alat komunikasi, makin menjauhkan manusia dari komunikasi berkualitas. Makin bergeser pula fungsi informasinya ke arah hiburan semata. Kian banyak yang kecanduan gadget dari usia dini. Kasus anak kecanduan gadget bahkan telah menimpa semenjak anak usia 3 tahun sebagaimana terjadi di Korea Selatan tahun 2012. Kasus ini masih merebak hingga kini.
Bersebab kecanduan piranti digital, anak-anak tak lagi mengenal permainan yang menggalang kebersamaan dan kerjasama sekaligus mengasah empati semacam petak umpet atau gobag sodor. Ketika anak usia 3 tahun pun dapat terjangkiti digital addiction (kecanduan peranti digital), akan sulit bagi mereka untuk melakukan permainan alami. Anak-anak itu pun bahkan mengalami kesulitan untuk melakukan kontak sosial dan tatap muka dengan baik.Handicapped.
Maka, anak-anak yang tidak memiliki riwayat genetis maupun terpapar sebab-sebab fisik pencetus autisme, dapat mengalami gejala autisme. Mirip, tapi sama sekali berbeda. Muncul istilah autisme sosial (social autism), meskipun sebenarnya tak dikenal dalam kajian autisme. Sebab sesungguhnya mereka tidak autis. Jadi, autisme sosial sama sekali bukanlah istilah yang berhubungan dengan autisme. Tetapi ini lebih berkait akibat kecanduan gadget. Secara pribadi, saya lebih suka menggunakan istilah kecanduan gadget atau keterasingan diri, bukan autisme sosial, meskipun dampak kecanduan gadget memang luas.
Apa yang harus kita lakukan jika anak sudah kecanduan gadget? Ups. Periksa dulu, jangan-jangan kita yang perlu terapi terlebih dulu. Apa yang kita kerjakan pertama kali saat hadapi hidangan di resto? Jangan-jangan belum mencicipi sudah sebar foto.
Apa yang dapat kita lakukan? Beragam, sesuai kondisi anak. Tapi kunci pentingnya adalah kesediaan meluangkan waktu untuk anak kita. Sengaja meluangkan waktu akan menjadi saat berharga untuk anak kita. Inilah saatnya berbincang dan berbagi cerita dengan mereka. Semoga anak-anak kita merasakan betapa berharga kesempatan berjumpa, berbincang dan bercanda dengan kita. Mereka senantiasa merindui itu.
Gadget bukan terlarang. Tapi kita perlu menyiapkan mereka dan kita sendiri agar kehadirannya menjadi jalan kebaikan. Gadget benar-benar berfungsi sebagai teknologi informasi dan komunikasi

Kamis, 19 Maret 2015

Salah satu cara mudah menghapal nama-nama surat dalam Al Qur'an


Sebagai rukun iman yang ke-3, Al Qur’an adalah Kitab Suci agama Islam yang wajib dibaca dan dipelajari oleh setiap Ummat Muslim. Namun faktanya, sangat jarang Ummat Muslim yang bisa menghapal seluruh isi Al Qur’an (Tahfidz). Jangankan hapal isinya, urutan nama-nama surah yang ada dalam Al Qur’an saja tidak banyak yang hapal.
Dengan demikian, untuk lebih meningkatkan motivasi kita semua agar mampu menghapal seluruh isi Al Qur’an, maka GB berinisiatif memberikan satu cara yang menyenangkan untuk menghapal nama-nama surah dalam Al Qur’an sejak tahun 2006. Metode tersebut kembali dipublikasikan pada media pesan instan seperti WhatsApp dan BBM, Rabu (18/3/2015).
Salah satu metode menghapal yang cukup efektif adalah dengan membuat cerita dari urutan surah sehingga kita mudah mengingatnya. Pertama, kita harus membaca cerita-cerita yang telah disediakan, kemudian memperhatikan kata-kata yang berhuruf besar. Kata- kata tersebut adalah nama-nama surat dalam Al Qur’an. Setelah menghapalkan cerita berurut di bawah ini, kita menuliskan kata-kata tersebut secara berurut. Maka akan kita dapatkan nama surat dan nomor urutnya. Maasyaa Allah.
Cerita I ; (Surah 1 – 10)
Paman membaca AL FATIHAH sebelum memasak SAPI BETINA milik KELUARGA IMRAN yang punya anak wanita bernama AN NISA. Sebagian HIDANGAN itu diberikan untuk BINATANG TERNAK. Kemudian paman menuju TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI, untuk mencuri HARTA RAMPASAN PERANG. Namun akhirnya paman ber-TAUBAT seperti taubatnya Nabi YUNUS.
NO.KRONOLOGI CERITA
1.AL-FATIHAH
2.SAPI BETINA – AL-BAQOROH
3.KELUARGA IMRAN – ALI IMRON
4.AN NISA
5.HIDANGAN – AL MAIDAH
6.BINATANG TERNAK – AL AN ‘AM
7.TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI – AL A’ ROF
8.HARTA RAMPASAN PERANG – AL ANFAL
9.TAUBAT – AT TAUBAH
10.YUNUS
Cerita II; (Surah 11 – 20)
HUD dan YUSUF melihat PETIR.Sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR. Ia mencari LEBAH, untuk kemudian memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA untuk menemui MARYAM dan TOHA.
NO.KRONOLOGI CERITA
11.HUD
12.YUSUF
13.PETIR – AR RA’D
14.IBRAHIM
15.PEGUNUNGAN HIJR – AL HIJR
16.LEBAH – AN NAHL
17.PERJALANAN MALAM – AL ISRO
18.GUA – AL KAHFI
19.MARYAM
20.TOHA
Cerita III ; (Surah 21 – 30)
PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG-ORANG BERIMAN. Mereka seperti CAHAYA. Inilah yang menjadi PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL. Sementara itu, PARA PENYAIR bercerita tentang SEMUT. Cerita itu terangkum dalam buku KISAH –KISAH. Dalam buku itu juga diceritakan tentang LABA-LABA yang menyerang BANGSA ROMAWI.
NO.KRONOLOGI CERITA
21.PARA NABI – AL ANBIYA
22.HAJI – AL HAJJ
23.ORANG – ORANG BERIMAN-AL MU’MINUN
24.CAHAYA – AN NUR
25.PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL – AL FURQON
26.PARA PENYAIR – ASY SYU ‘ARO
27.SEMUT-AN NAML
28.KISAH2 – AL QOSHOSH
29.LABA-LABA – AL ‘ANKABUT
30.BANGSA ROMAWI – AR RUM
Cerita IV ; (Surah 31 – 40)
LUKMAN tidak berSUJUD di kaum yang terkena AHZAB dan tidak juga kepada kaum SABA’. Sementara itu FATHIR dan YASIN berdiri bersama orang YANG BERSHAF- SHAF dan membentuk huruf SHOD. Mereka teramasuk ROMBONGAN – ROMBONGAN yang memohon ampunan kepada YANG MAHA PENGAMPUN.
NO.KRONOLOGI CERITA
31.LUKMAN – LUQMAN
32.SUJUD – AS SAJDAH
33.AL AHZAB
34.SABA’
35.FATHIR
36.YASIN
37.YANG BERSHAF2– ASH SHOOFFAT
38 SHOD
39.ROMBONGAN-ROMBONGAN – AZ ZUMAR
40.YANG MAHA PENGAMPUN – GHOFIR
Cerita V; (Surah 41 – 50)
YANG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu adalah tentang PERHIASAN. Bukan tentang KABUT. Sementara itu banyak orang YANG BERLUTUT di BUKIT-BUKIT PASIR. Saat itulah MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN. Hal ini ditandai dengan KAMAR-KAMAR bertuliskan huruf QOF.
NO.KRONOLOGI CERITA
41.YANG DIJELASKAN – FUSHSHILAT
42.MUSYAWARAH – ASY SYURA
43.PERHIASAN – AZ ZUKHRUF
44.KABUT – AD DUKHAN
45.YANG BERLUTUT – AL JATSIYAH
46.BUKIT2 PASIR – AL AHQOF
47.MUHAMMAD – MUHAMMAD
48.KEMENANGAN – AL FATH
49.KAMAR2– AL HUJURAT
50.QOF
Cerita VI ; (Surah 51 – 60)
ANGIN YANG MENERBANGKAN
membawa awan ke bukit THURSINA.Ini terjadi saat BINTANG dan BULAN bersinar. Sementara itu pak RAHMAN sedang berceramah tentang HARI KIAMAT. Dimana BESI hancur, WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN, dan banyak PEREMPUAN YANG DIUJI.
NO.KRONOLOGI CERITA
51.ANGIN YANG MENERBANGKAN – ADZ DZARIYAT
52.THURSINA – ATH THUR
53.BINTANG – AN NAJM
54.BULAN – AL QOMAR
55.AR RAHMAN
56.HARI KIAMAT – AL WAQI ‘AH
57.BESI – AL HADID
58.WANITA YANG MENGAJUKAN
GUGATAN – AL MUJADILAH
59 PENGUSIRAN – AL HASYR
60.PEREMPUAN YANG DIUJI – AL MUMTAHANAH
Cerita VII ; (Surah 61 – 70)
BARISAN orang beriman pada HARI JUM’AT berbeda dengan ORANG – ORANG MUNAFIK. Demikian juga pada HARI DITAMPAKAN KESALAHAN -KESALAHAN. Ketika aku di-TALAK, aku MENGHARAMKAN dia untuk masuk rumah ini. KERAJAAN yang indah, PENA yang mahal, pada HARI KIAMAT tidak lagi berharga. Disinilah
TEMPAT-TEMPAT NAIK bagi amal sholih.
NO.KRONOLOGI CERITA
61.BARISAN – ASH SHOF
62.HARI JUM’AT – AL JUMU’AH
63.ORANG-ORANG MUNAFIK – AL MUNAFIQUN
64.HARI DITAMPAKAN KESALAHAN- KESALAHAN – AL TAGHOBUN
65.TALAK – ATH THOLAQ
66.MENGHARAMKAN – AT TAHRIM
67.KERAJAAN – AL MULK
68.PENA – AL QOLAM
69.HARI KIAMAT – AL HAAQQAH
70.TEMPAT2 NAIK – AL MA’ARIJ
Cerita VIII ; (Surah 71 – 80)
NUH diganggu JIN disaat ORANG YANG BERSELIMUT dan ORANG YANG BERKEMUL tertidur pulas. Ia tidak menyadari datangnya KIAMAT. Sementara itu, ketika MANUSIA bertemu dengan MALAIKAT YANG DIUTUS untuk menyampaikan BERITA BESAR tentang kematian, MALAIKAT- MALAIKAT YANG MENCABUT nyawa
sedang melihat IA BERMUKA MASAM.
NO.KRONOLOGI CERITA
71.NUH – NUH
72.JIN – AL JINN
73.ORANG YANG BERSELIMUT – AL MUZAMMIL
74.ORANG YANG BERKEMUL – AL MUDATSTSIR
75.KIAMAT – AL QIYAMAH
76.MANUSIA – AL INSAN
77.MALAIKAT YANG DIUTUS – AL MURSALAT
78.BERITA BESAR – AN NABA’
79.MALAIKAT2 YANG MENCABUT – AN NAZI ‘AT
80.IA BERMUKA MASAM – ‘ABASA
Cerita IX ; (Surah 81 – 90)
Ombak MENGGULUNG, bumi TERBELAH, ORANG-ORANG YANG CURANG pun ikut TERBELAH. Mereka seperti GUGUSAN BINTANG YANG DATANG DI MALAM HARI. Mereka berada di tempat YANG PALING TINGGI. Pada HARI PEMBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.
NO.KRONOLOGI CERITA
81.MENGGULUNG – AT TAKWIR
82.TERBELAH – AL INFITHOR
83.ORANG-ORANG YANG CURANG – AL MUTHOFFIFIN
84.TERBELAH – AL INSYIQOQ
85.GUGUSAN BINTANG – AL BURUJ
86.YANG DATANG DI MALAM HARI – ATH THORIQ
87.YANG PALING TINGGI – AL A ‘LA
88.HARI PEMBALASAN – AL GHOSYIYAH
89.FAJAR – AL FAJR
90.NEGERI – AL BALAD
Cerita X; (Surah 91 – 100)
MATAHARI tenggelam saat MALAM tiba. Dan ketika WAKTU DHUHA, Allah MELAPANGKAN rizki dan menumbuhkan BUAH TIN. Sementara itu manusia yang berasal dari SEGUMPAL DARAH tidak mempunyai KEMULIAAN sedikit pun. Ini adalah BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN di dunia. Hingga KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG pun mati.
NO.KRONOLOGI CERITA
91.MATAHARI – ASY SYAMS
92.MALAM – AL LAIL
93.WAKTU DHUHA – ADH DHUHA
94.MELAPANGKAN – AL INSYIROH
95.BUAH TIN – AT TIN
96.SEGUMPAL DARAH – AL ‘ALAQ
97.KEMULIAAN – AL QODR
98.BUKTI – AL BAYYINAH
99.KEGONCANGAN – AZ ZALZALAH
100.KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG – AL’ADIYAT
Cerita XI ; (Surah 101 – 110)
HARI KIAMAT, hari dimana manusia tidak bisa lagi BERMEGAH-MEGAHAN.
Pada MASA itulah si PENGUMPAT mati diinjak-injak GAJAH. Sementara itu SUKU QURAISY bertengkar dengan pak MA’UN di tepi telaga KAUTSAR. Saat itu ORANG-ORANG KAFIR tidak mendapatkan PERTOLONGAN.
NO.KRONOLOGI CERITA
101.HARI KIAMAT– AL QORI ‘AH
102.BERMEGAH-MEGAHAN – AT TAKATSUR
103.MASA – AL ‘ASHR
104.PENGUMPAT – AL HUMAZAH
105.GAJAH – AL FI-L
106.SUKU QURAISY – QURAISY
107.MA’UN – AL MA ‘UN
108.KAUTSAR – AL KAUTSAR
109.ORANG-ORANG KAFIR – AL KAFIRUN
110.PERTOLONGAN – AN NASHR
Semoga bermanfaat

PROGRAM WAKAF GEDUNG DAN WAKAF TANAH

PROGRAM WAKAF GEDUNG DAN WAKAF TANAH
PENGEMBANGAN PESANTREN TAHFIDZ+YATIM SMPIT DARUL FIKRI BAWEN SEMARANG JAWA TENGAH
Bagi kaum muslimin yang berniat untuk berkontribusi dalam mendidik para yatim dan para penghafal Qur'an bisa mengalokasikan maal bagi pengembangan pesantren yang sekarang sedang membangun 4 ruang kelas baru dan membebaskan tanah di sebelahnya.
Wakaf bisa langsung ditransfer ke rekening BRI atas nama SMP IT Darul Fikri Bawen 609201007767533 dan konfirmasi ke 081325541470.

Semoga peran serta kaum muslimin semua bisa menyumbang bagi penyiapan generasi Qur'ani yang berkualitas. aamiin

Jumat, 13 Maret 2015

Doa Agar Terhindar dari Fitnah Orang-orang Kafir (Doa Nabi Ibrahim)


Allah Ta’ala berfirman,
رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيْمُ
Rabbana La Taj’alna Fitnatal Lilladzina Kafaru, Wa’ghfril Lana Rabbana Innaka Antal ‘Azizul Hakim (Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami [sasaran] fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. Al-Mumtahanah [60]: 5).
Dalam kitab Al-Mishbah Al-Munir Tahdzib Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, firman Allah Ta’ala tentang doa Nabi Ibrahim AlaihissalamRabbana La Taj’alna Fitnatal Lilladzina Kafaru (Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami [sasaran] fitnah bagi orang-orang kafir).
Mujahid berkata, “Maknanya, adalah ya Allah, janganlah engkau siksa kami melalui tangan-tangan orang-orang kafir dan jangan pula melalui adzab yang datang dari-Mu. Sehingga mereka akan berkata, “Sekiranya mereka di atas jalan yang benar, niscaya mereka tidak akan tertimpa hal ini.”
Hal senada juga dikatakan oleh Adh-Dhahak. Qatadah menuturkan, “Maknanya, ya Allah janganlah engkau tampakkan kesalahan kami kepada mereka, sehingga mereka akan menfitnah kami. Namun tampakkanlah kepada mereka bahwa kami selalu berada di atas jalan yang benar.” Pendapat ini juga dipilih oleh Ibnu Jarir.
Ali bin Abi Thalhah berkata, bahwa Ibnu Abbas menafsirkan, “Maknanya adalah Ya Allah janganlah Engkau kuasakan kami pada mereka sehingga mereka akan menfitnah kami.”
Firman Allah Ta’ala, “Wa’ghfril Lana Rabbana Innaka Antal ‘Azizul Hakim (Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau yang Mahaperkasa, Mahabijaksana).”
Maksudnya, ya Allah tutuplah dosa kami dari selain Engkau, ampunilah dosa dan kesalahan yang kami lakukan terhadap-Mu. Sungguh Engkau Mahaperkasa dan Mahabijaksana dalam firman, perbuatan, syari’at, dan keputusan-Mu.