Tampilkan postingan dengan label Menghafal Al-Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menghafal Al-Quran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2015

Menghafal Al-Quran, Ini Keutamaannya


MENGHAFAL al-Quran merupakan suatu perbuatan yang berstatus hukumnya fardhu kifayah, artinya jika ada orang yang melakukannya gugurlah kewajiban yang lain. Maka, kita patut bersyukur jikalau masih ada orang yang mau untuk menghafal al-Quran. Dan, alhamdulillah, di masa sekarang ini, masih banyak orang yang mau untuk menghafal al-Quran.
Ternyata, apa yang diperintahkan Allah kepada hamba-Nya untuk menghafal al-Quran tidaklah cuma-cuma. Ada keutamaan-keutamaan khusus yang dapat kita peroleh dengan cara menghafal al-Quran. Apa sajakah itu?
1. Akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT
Umar bin Khattab RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (al-Qur`an), dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain,” (HR. Muslim).
2. Hafal al-Quran menjadi sumber keselamatan dunia dan akhirat. Hadits Nabi menjelaskan:
عن أبي الدرداء رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : (( مَنْ حَفَظَ عَشْرَ آَيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُوْرَةِ الكَهْفِ عُصِمَ مِنْ الدَّجَّالِ )) . في رواية : ((من آخر سورة الكهف)
Dari Abu Darda RA sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang hafal 10 ayat awal dari surat Al-Kahfi niscaya dia akan dijaga dari fitnah Dajjal.” Dalam riwayat lain 10 akhir surat Al-Kahfi.
2. Orang hafal al-Quran akan selamat dari api neraka
Rasulullah SAW bersabda,
لَوْ جَعَلَ القُرْآَنَ فِي إِهَابٍ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ مَا احْتَرَقَ) رواه أحمد . ويقول أبو أمامة : ( اِقْرَأُوْا القرآن وَلَا تَغَرَّنَكُمْ هَذِهِ المَصَاحِفُ المُعَلَّقَةُ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُعَذِّبُ قَلْبًا وعى القرآن.
“Seandainya al-Quran ini dibuat dari kulit kemudian dilemparkan (kulit tersebut) ke dalam api neraka niscaya tidak akan terbakar,” (HR. Ahmad). Dan Abu Umamah berkata, “Bacalah al-Quran dan sungguh mushaf-mushaf al-Quran yang menggantung pada hatimu tidak akan menipumu, karena Allah tidak akan menyiksa hati yang tersimpan di dalamnya ayat al-Quran.”
3. Penghafal al-Quran adalah keluarga Allah ‘Azza wa Jalla
Dari Anas RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, lalu Rasulullah SAW bertanya, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda menjawab, “Dialah ahli Quran (orang yang membaca atau menghafal al-Quran dan mengamalkan isinya).” Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.
3. Menjadi orang yang arif di surga Allah ‘Azza wa Jalla
Dari Anas RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Para pembaca al-Quran itu adalah orang-orang yang arif di antara penghuni surga.”
4. Memperoleh penghormatan dari manusia
Dari Abu Musa Al Asya’ari RA, ia berkata bahawasanya Rasulullah SAW bersabda, “Di antara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati Orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal al-Quran yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan al-Quran tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa yang adil.”

Menghafal Al-Quran, Kenapa?


AL-Quran hadir di tengah-tengah manusia sebagai pedoman atau pun petunjuk bagi umat manusia. Keberadaannya begitu amat sangat berarti, terutama bagi umat Muslim. Segala hal yang berkaitan dengan urusan dunia, semua tertera di dalamnya. Maka, tak heran jikalau al-Quran dijadikan sebagai benda yang paling berharga bagi umat Islam.
Di zaman Rasulullah SAW al-Quran masih tersimpan dalam pikiran dan hati para pemeluk agama Islam. Para sahabat bahkan Rasulullah SAW belum terpikirkan untuk membukukannya. Dan setelah memasuki kekhalifahan Utsman bin Affan, barulah al-Quran dibukukan, sebagaimana yang kita kenal sekarang sebagai mushaf al-Quran.
Tak jauh berbeda dengan zaman Rasul, di zaman sekarang ini tak sedikit pula orang yang mengahafal al-Quran. Walau, keberadaan mushaf al-Quran sudah tersebar begitu banyak dan meluas. Lalu alasan apa ya, yang menjadi motivasi seseorang untuk menghafal al-Quran?
Ada beberapa alasan yang menjadi dasar seseorang untuk menghafal al-Quran, di antaranya:
1. Menghafal adalah landasan awal ketika Rasulullah menerima al-Qur’an dari malaikat Jibri
Allah berfirman dalam al-Qur’an:
بل هو آيات بينات فى صدور الذين أوتوا العلم
“Bahkan al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang menjelaskan (terdapat) di dalam dada-dada orang-orang yang diberikan ilmu,” (QS. Al-Ankabut: 49).
Ayat tersebut menjadi motivasi bagi pecinta al-Quran untuk menghafal al-Quran. Mengapa? Karena di dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang-orang yang berilmu akan senantiasa menghadirkan al-Quran dalam dada-dada mereka. Dapat pula mempunyai maksud bahwa orang yang memiliki ilmu adalah orang yang senantiasa menghafal al-Quran. Karena telah kita ketahui, di dalam al-Quran terdapat berbagai macam ilmu.
2. Al-Qur’an adalah sumber dan muara semua sistem dan undang-undang umat ini
Karena al-Qur’an ini adalah undang-undang kita selaku umat Islam, maka kita wajib untuk berhukum dengannya dan menjadikannya sebagai sumber hukum bagi orang lain. Darinya referensi bagi semua persoalan dan tasyri’ (perundang-undangan). Tidak ada persoalan yang kecil ataupun besar sekalipun melainkan dijelaskan secara jelas di dalamnya. Ini sebagaimana firman Allah dalam ayat-Nya:
ما فرطنا فى الكتاب من شيء
“Tidaklah Kami berlebih-lebihan (dalam menjelaskan) di kitab ini sedikitpun.”
Al-Qur’an ini adalah cahaya yang dibawa umat untuk menerangi seluruh manusia agar risalahnya tersampaikan dengan menyeluruh, layaknya sebuah umat yang dilahirkan untuk manusia seluruhnya dan sebagai saksi atas mereka di dunia dan akhirat.
3. Menghafal al-Qur’an adalah fardhu kifayah
Sebagian ahli ilmu menegaskan bahwa menghafal al-Qur’an itu merupakan kewajiban atas umat ini. Yang apabila telah dilakukan oleh sebagian kaum, maka akan terbebaslah kaum yang lain dari dosanya.
Badruddin Zarkasyi mengatakan, “Sahabat-sahabat kami mengatakan, ‘Belajar al-Qur’an itu hukumnya fardhu kifayah. Dan kegiatan menghafalkannya adalah wajib atas umat ini’.”
4. Menghafal al-Qur’an itu berarti meneladani Rasulullah SAW
Allah telah menjadikan Rasulullah SAW, sebagai teladan yang baik bagi umat ini. Dan menghafal al-Qur’an itu sendiri adalah bagian dari meneladani sunnah-sunnahnya. Itu dikarenakan Rasulullah selalu menghafalkannya, rajin membacanya dan disimak oleh malaikat Jibril. Demikian pula, Rasulullah menyimakkannya kepada para sahabatnya dan para sahabatnya menyimakkan kepada beliau.